Bogor Kota Beriman
Bogor terlalu sering menjadi alasan Jakarta terkena banjir.
Tapi dibalik itu kita juga banyak mengenal Bogor sebagai kota di jazirah Sunda yang penuh keramahan.
Mulai dari penduduknya, udara kota, wisata kuliner, objek wisata, dan banyak
hal lain yang menarik hati dara kota Bogor ini.
Sebagai warga Bogor, pandangan terhadap kota ini lebih
berbeda, dan menjadi lebih khusus. Bukan hanya angkot yang meramaikan jalanan,
ataupun julukan ‘Bogor kota hujan’ tetapi menjadi sebuah kota yang rindang di
dalam hati masing-masing warganya. Berikut fakta-fakta tentang kota hujan ini;
*****
*****
Ada beberapa pendapat mengenai asal dan arti nama Bogor. Dikutip dari sejarahbogor.blogspot.com, ada salah satu pendapat yang diyakini mendekati kebenarannya yaitu yang berhubungan dengan enau (aren) atau dalam bahasa Sunda disebut pohon kawung. Bogor diartikan pohon-pohon aren yang telah mati atau mengering. Pendapat ini dianggap lebih sesuai karena di daerah Bogor banyak terdapat penggarapan tanah secara gogo (tidak digenangi air).
Di Indonesia, Bogor dikenal dengan julukan kota hujan karena
memiliki curah hujan tahunan yang lebih tinggi dari daerah lain di
Indonesia. Curah hujan rata-rata pertahun di Bogor adalah 3.500
hingga 4.000 milimeter. Untuk ukuran
dunia, nilai ini belum seberapa. Karena berdasarkan data dari CNN kota dengan
curah hujan paling tinggi adalah kota Mawsynram, India. Kota ini memiliki curah
hujan tahunan rata-rata sebesar 11.871
mm, tiga kali lipat dari curah hujan kota Bogor.
Angkot adalah akronim dari angkutan kota. Bogor juga dikenal sebagai kota sejuta angkot. Padahal jumlahnya sih tidak sampai sejuta. Menurut Arya Bima, walikota Bogor, yang dikutip dari Kompas, jumlah angkot di Bogor adalah 3.412 unit (Kompas online pada tanggal 7 Mei 2014). Jumlah ini belum termasuk angkot yang masuk dari Kabupaten Bogor sekitar 4.000 unit. Hampir seluruh ruas jalan di Kota Bogor dilewati oleh angkot yang saat ini memiliki 23 trayek. Bahkan ada anekdot, kalau Bogor dilihat dari citra satelit, penampakan kota Bogor adalah hijau seluruhnya. Hal ini bukan berarti bahwa Bogor dipenuhi oleh pepohonan, tetapi oleh angkot, yang memang berwarna hijau.
Bogor telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19. Salah satunya yaitu Institut Pertanian Bogor yang berdiri sejak awal abad ke-20. Di wilayah Cimanggu, Bogor, cukup banyak Balai Penelitian Pertanian yang ada disini. Sehingga Kementerian Pertanian menamakannya sebagai Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor.
Istana Bogor dan Istana Negara
Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa Istana Bogor dan Istana Merdeka yang berada di Jakarta saling berhadap-hadapan. Apabila ditarik garis antara Istana Bogor dan Istana Merdeka makan akan terbentang garis lurus sejauh kurang lebih 50 km.
Bogor pada masa kolonial Belanda dikenal sebagai Buitenzorg. Buitenzorg berarti no worry atau dalam bahasa Indonesia berarti ‘tanpa kecemasan’ atau ‘aman tentram’. Hal ini karena Bogor saat itu dikenal sebagai tempat peristrahatan yang nyaman dan sejuk. Adanya kebun raya Bogor yang cukup luas juga menjadi paru-paru yang bagus buat kota Bogor.
Bogor Kota Petir
Curah hujan yang tinggi membuat Bogor basah hampir sepanjang
tahun. Hampir setiap hari Bogor diguyur hujan. Seiiring hadirnya hujan, petir
juga memiliki intensitas yang tinggi di Bogor. Oleh karena itu Bogor dikenal
sebagai kota petir, karena pada tahun 2009 mendapat sambaran petir sebanya 322
kali. Petir yang cukup dahsyat kadang memberikan bencana. Beberapa tahun
terakhir hampir setiap tahun ada korban meninggal akibat tersengat petir.
Hotel Tertua di Bogor
Hotel Binnenhof merupakan slah satu hotel tertua dan hingga saat ini tetap beroperasi sebagai hotel di Bogor. Hotel Binnenhof dibangun pada tahun 1856, kemudian berganti nama menjadi Hotel Dibbets dan sekarang menjadi Hotel Salak the Heritage. Akan tetapi hotel tertua bukan hanya hotel salak, ada Hotel Pasar Baroe, Hotel du Chumin de Fur dan Hotel Bellevue yang juga merupakan hotel tertua di Bogor. Hotel Bellevue saat ini sudah dibongkar dan menjadi pusat perbelanjaan Bogor Trade Mall (BTM). Sedangkan Hotel Pasar Baroe letaknya di Jalan Klenteng, persis di belakang Pasar Bogor dan tidak terurus. Adapun Hotel du Chumin de Fur sekarang menjadi Gedung Polresta Kota Bogor.
Gedung Kantor Pos
Gedung Kantor Pos ini dahulunya merupakan bangunan gereja pertama di Bogor. Gedung gereja tersebut oleh pemerintah Belanda dijadikan gedung kantor pos Karena letaknya yang strategis d Jalan Raya Pos (De Groete Post Weg). Hingga saat ini bangunan tersebut tetap difungsikan sebagai kantor pos Bogor.
Jalan Raya Pos
Bogor merupakan bagian dari proyek pembangunan Jalan Raya
Pos atau De Groete Post Weg oleh Gubernur Jenderal Belanda Daendels pada tahun
1808. Jalan Raya Pos merupakan jalur pantai utara Jawa yang terbentang dari
Anyer hingga Panarukan. Terdapat empat ruas jalan yang merupakan bagian proyek
tersebut di Bogor yaitu: Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sudirman, , Jalan Ir. H.
Juanda, dan Jalan Suryakencana.
Bogor juga memiliki banyak tempat makan dimulai dari cafe,
rumah makan, resto yang memiliki berbagai tema dan tentunya punya berbagai
tawaran menu khasnya masing masing tempatnya. Hal ini memiliki daya tarik khusus untuk para
wisatawan untamanya yang berasal dari kawula muda yang memiliki banyak tempat
yang dinilai cozy dan kekinian.
Berikut daftar Lokasi dan nama rumah makan top di Bogor;
1.
Lemongrass
Add: Jl. Pajajaran 21, Bogor Utara
2.
Cimory Riverside view
Add: Jl. Raya Puncak Km. 76, Bogor Timur
Add: Sentul City, Jl. MH. Thamrin, Bogor
Tengah
Add: Jln. Kantor Pos no.6, Pajajaran, Bogor
Timur
Add: Jl. Ahmad Yani No. 36, Tanah Sareal
Untuk lebih lanjutnya anda bisa melihat banyak informasi
tentang kota bogor lewat akun visit Bogor, diantaranya tempat-tempat yang bisa
anda datangi.
Referensi: http://hellobogor.com/10-fakta-menarik-tentang-bogor/









Komentar
Posting Komentar