#UQ11BERLAYAR

Awalnya sih gak yakin, minimal ikutan reuniannya lah. Soalnya SMAUQ sendiri ramadhan kayak gini pasti udah punya acara sendiri. Jadi, pertama ngeliat ajakan buat bikin kepanitian saya sih jawab iya iya aja. Walaupun gak tahu dibolehin atau enggak.
Rapat pertama Fiqhy gak bisa dateng soalnya hari itu SMAUQ kebetulan ada acara ‘Palestine With Us’. Solidaritas sesama muslim. Dengan ngasih tahu ke adik adik kita apa yang sedang menimpa saudara muslim kita di Palestina. Pulang acara sudahlah badan kerasa remuk semua. Karena harus memaksimalkan penampilan besoknya. Latihan hari itu abis abisan. Kayak lagunya Peterpan dulu... ‘Kepala jadi kaki, Kaki jadi kepala’.

Pulang pulang eh, udah di invite di sebuah grup line namanya ‘BPUPKI 11’. Yang isisnya si-empunya acara reunian a.k.a panitia acara. Malam itu pun mulai aktif nanya nanya kartena udah terlanjur nyebur di panitia. Dan malam itu Fiqhy bikin surat undangan yang ‘agak’ resmi untuk undangan bukber. Sekalian didapuk jadi sekretaris acara bukber. Wah, dadakan ya?


Hari kedua Fiqhy usahain untuk datang karena semalam sudah dilabel jadi sekretaris. Nyampe ditempat sekolah tercinta, lokal Ummul Quro 1. Ngelihat beberapa teman yang mukanya nggak asing. Pertama dateng langsung menangkap wajah seorang Nadia yang cerah ceria. Kedua bisa mengenali seorang ikhwan yang gak lama ini pernah ketemu sebelumnya, Kholid. Abis itu ada arsya. Dan ada beberapa yang dateng disana. Baru sadar kalau itu memang mereka ada Irfany, Royyan, Riri, Hisyam. Dan disusul Yuki sama Ahmad.
Ternyata reuni ini tuh inisiatif dari Royyan yang katanya baru nyampe di Indonesia. Sebelumnya dia memang tinggal di Belanda. Wah...Prok prok!
Hari kedua ini sebetulnya Fiqhy ngabur dari NF. Tapi gapapalah..lagian baru ngulang ngulang kok. Pulang acara mulai sibuk mikirin gimana acaranya bakal berjalan.
Yang paling mengenang di persiapan #UQ11BERLAYAR ini proses persiapan yaitu belanja. Belanja buat reuni ini dipenuhi tawa dan hal konyol. Nadia yang gak henti hentinya mengujamkan kameranya. Akhirnya berbuah beberapa foto epicnya Arsya. Mobil Yuki yang disulap jadi truk pick-up. Royyan yang salah naik angkot. Terus si Kholid yang ringan bantu bantu, wkwkkw.



Dan di hari-H nya acara panitia pun berangkat mulai pagi. Nadia yang harus Fiqhy dan Arsya tinggal karena kurang enak badan dan gak bisa beraangkat sedini itu. Kurma yang walaupun dibeli Cuma setengah kilo diakhir acara pun masih kelebihan bung. Banyak hal yang tanpa ekspektasi terjadi hari itu.

Hari itu acara prima dipandu sama Jale dan Siddiq. Berjalan sampai hampir berbuka puasa. Sifat jelek saya mulai muncul. -_- ya, saya mulai rempong tapi Alhamdulillah perasaan itu bisa dikendalikan, dan tidak menimbulkan korban jiwa sodara sodara... ya, mungkin sih kedepannya kalau kita mau memulai acara baiknya diawali sama tasmih qur’an. Juga buat kedepannya bisa lebih rapih dengan persiapan hari yang lebih panjang biar teknis teknis acara bisa disusun dengan lebih baik. Juga bisa dibuat kedepannya supaya lebih tertata hijabnya antara ikhwan-akhwat. Apalagi ini acaranay di bulan ramadhan, Ikhtilath aja dihari biasa dilarang. Apalagi dibulan ini bro! Gak ada lagi acara yang less-meaning lagi, InshaAllah.

Tapi kerjasama hari itu membuahkan hasil yang cukup cantik juga ganteng J karena panitia yang cantik cvantik dan ganteng ganteng... hehe. At least acara berakhir dengan cakep!

Komentar

Postingan Populer