Kunjunganku ke IBF Masjid Raya Bogor 2015



Hari ini saya berangkat bersama seorang sahabat saya, Aisyah. Kami berangkat dari rumah jam 7.15, sedikit telat dari perkiraan memang. Kami berangkat menggunakan sebuah bis keadaan dari dalam bis memang terasa kurang nyaman ditambah kebanyakan penumpang yang ada didalam bis yang kebanyakan adalah laki laki, belum lagi asap rokok yang dini hari harus kami hirup. Tapi hal itu tidak menurunkan semangat kami hari ini, para enterpreneur muda.

Kami tiba di Masjid Raya pukul 8.33. Ketika sampai di lokasi acara hal yang pertama kami lakukan adalah registrasi acara. Acara workshop student enterpreneurship sendiri baru dimulai jam 9. Untuk menunggu waktu yang masih tersisa kami memutuskan untuk mengisinya dengan nge-dhuha dan tilawah dulu, agar lebih berkah acara hari ini.

Semakin berjalannya waktu peserta acara workshop pun makin berdatangan. Wajah wajah yang kukenali satu persatu muncul, ada Alya, Nanda, dan Syiva. Panitia acara meminta kami menuliskan harapan harapa setelah mengikuti acara ini, juga penghasilan yang kami harapkan.

Saya jujur saja menuliskan di secarik kertas tersebut kalau saya ingin meluaskan lagi usaha yang sedang saya jalani. Sejujurnya saya baru memutuskan ikut acara ini secara spontan. Karena diajak Aisyah, hehe. Setelah tiba di tempat acara pun saya tidak menyesal sudah datang ke workshop ini.



Selama acara student enterpreneur kami diberi sebuah jargon, yaitu ‘Student-preneur!’ ‘pasti kaya’. Lalu semua peserta disini disebut sebagai student-preneur, yang memiliki arti pengusaha yang ‘kebetulan’ menjadi siswa. Itu keren!

Saya ingin apapun usaha saya saat ini dapat semakin berkembang. Jika mulai saat ini saya berusaha dengan berjualan ataupun yang lainnya saya percaya ini yang akan membedakan saya dengan orang lain, skill dan pengalaman yang akan saya dapatkan yang bisa terus memajukannya.

Acara pun dimulai dengan motivasi juga arahan-arahan strategis dari kak Erick. Bagaimanakah seharusnya seorang wirausahawan itu menyikapi semua tantangan juga hambatan.mengestimasi kerugian dan kegagalan yang bisa mungkin saja terjadi pada usaha yang kita jalankan. Juga semua upaya yang bisa kita lakukan untuk memulai usaha mandiri kita.

Acara tidak garing karena ada celetukan celetukan lucu dari kak Erick mengenai UMF yang artinya adalah singkatan dari ‘Usaha Mama Papa’ ataupun ‘Usaha Mertua Famili’

Beliau ini adalah pemilik sebuah usaha rumah makan sekaligus katering untuk acara aqiqah yang sekarang sudah merambah ke bidang usaha lain. Kak rick sendiri menyampaikan bahwa ketika kita ingin memasarkan usaha kita, apalagi dalam bidang kuliner misalnya katering pada acara aqiqah dapat dihitung sebagai promosi tiap orang yang mempercayakan kepada produk yang kita tawarkan.

Bagaimana bisa? Karena tiap orang yang datang dan memakan produk kita dan menjadi berkesan akan tertarik dan bisa mengontak balik produk tersebut. Beliau juga menyampaikan kepada kami ketika ingin me re-branded sebuah produk kita harus mengetahui dan memperhatikan quality control-nya dan memperhatikan kekonsistenan produk yang kita miliki. Dan jangan sampai membekas hal yang buruk dengan produk yang kita tawarkan.

Kak Erick tidak hanya kuliner beiau mulai memperluas usahanya di bidang rental kendaraan dan properti. Banyak ilmu yang sangat baru dan bermanfaat untuk studentpreneur disini.

Narasumber kedua adalah kak Rachman, beliau adalah CEO dari Ray’s group. Beliau juga memberikan banyak wejangan untuk para young enterpreneur disini. Dan bagaimana menyikapi hambatan kegagalan dengan lebih dewasa. Bagaimana memulai sebuah usaha. Beliau sudah mengisi banyak pelatihan young enterpreneurship, dan mendirikan sekolah bisnis.

Setelah waktu ishoma selesai kami mendapat arahan untuk dapat meningkatkan hasil penjualan. Setelah itu kami kemudian dibagi per-grup untuk menjalankan misi. Misinya adalah kami diberi masing masing kelompok tiga buah boks makan siang berisi ayam dan nasi seharga 12 ribu rupiah perboksnya. Kami diminta untuk menjual diatas harga yang sudah ada.

Untuk menjalankan misi ini kami diberi waktu 10 menit untuk menjual barang yang diberikan kepada kami ini. Tiap kelompok mempunyai hambatannya sendiri sendiri.

Setelah selesai memasarkan dalam waktu 10 menit kami diminta kembali ke ruangan acara karena pembicara ketiga kami sudah ada disana. Nama beliau adalah kak Haidhar. Beliau adalah owner Momo Milk Cafe dan pemenang Wirausahawan Muda Mandiri.

Beliau bercerita tentang asal mulanya ketika memulai usaha sendiri yang tidak mengandalkan orang lain maupun orangtua. Beliau memulai karir usahanya sebagai reseller pulsa sama seperti kak Erick. Namun usahanya semakin berkembang semakin banyak pula tantangannya. Dari digusur oleh penjaga Kantib juga rugi sampai puluhan juta.

Beliau juga berbagi apa tujuan pribadinya sebagai wirausahawan. Menurutnya seorang wirausahawan itu dapat memberi manfaat untuk orang lain. Beliau juga menyampaikan bahwa seorang wirausahawan itu banyak memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain. Dan langkah yang kak Haidhar ambil sendiri adalah langkah yang haru berani dan yakin kalau usahanya dapat terus bergerak. Dan banyak prinsip wirausahawan yang ditanamkan beliau pada kami, termasuk pentingnya memiliki banyak relasi.

Yang saya lihat dari kak Haidhar sendiri yang bisa dibilang lebih muda daripada narasumber yang lain adalah yaitu sukses semuda mungkin, jangan takut ambil resiko, dan terus kembangkan potensi di masing mansing pribadi unikmu.

Kak Haidhar juga benyak menyampaikan tentang hal promosi. Promosi sendiri saat ini harus mengenal pasar dan cara promosi yang paling efektif yang sesuai keadaan pasar dan masyarakat. Salah satunya ‘word of mouth’ yang artinya promosi dari mulut ke mulutyang beliau bilang lebih dahsyat dari 200 iklan sekaligus jika dilihat prilaku masyarakat yang sekarang.

‘Banyak jalan menuju Roma’. Banyak jalan yang bisa memajukan produk yang kita produksi atau pasarkan. Misalnya sosial media, walaupun gratis tetapi efeknya kedalam promosi barang itu sendiri juga sangat luar biasa.

Acara studentpreneur hari ini sangat membekas untuk saya, Aisyah dan semua peserta hari ini. Merasakan suatu ilmu yang baru masuk, merasuk kedalam diri saya membuat saya semangat untuk mengamalkan ilmu yang baru ini. Meski jatah jam keliling stand bazaar IBF terkurangi dan harus segera pulang kami berdua merasa sangat senang mengikuti program ini. Student-preneur, pasti kaya!



Fiqhy Amaly



Bogor, Islamic Book Fair, 1 Februari 2015.

Komentar

Postingan Populer