Sebuah Biografi
Fiqhy Amaly, putri sulung
dari pasangan Gunawan Setiyaji, M.Stud.,Ak.,CA dan Ibu Siti Anisyah, S.Ked.
Fiqhy pernah menjabat sebagai anggota ROHIS periode 2013-2014 lahir di Jakarta,
2 Agustus 1996. “Aku anak sulung perempuan satu-satunya dan ketiga adikku
laki-laki, nama anak kedua Muhammad Iqbal Mahfuzh, yang ketiga Ibrahim
Raushanfikr, yang bungsu namanya Ismail Rasyid Abqary” tuturnya ketika ditanya
menyangkut saudara-saudaranya.
“amalanku harus sesuai dengan ajaran atau arkan-arkanul
islam, itu artinya Fiqhy Amaly”. Fiqhy saat ini dikenal di kalangan teman-temannya
di kampus dengan panggilan Amal.
Fiqhy Amaly bersekolah di sebuah TK berbasis alam Sekolah
Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS) sebelum melanjutkan ke Sekolah Dasar di SDIT
Ummul Quro. Fiqhy kecil dikenang oleh teman-temannya sebagai anak yang tidak
banyak bicara, karena ia sangat selektif untuk bergaul. Ia lebih sering
terlihat nyambung bergaul dengan teman lelakinya. Menjelang kelulusan dari
sekolah dasar, Fiqhy diajak berkunjung ke sebuah pesantren di Lido, Bogor. Setelah
diajak melihat-lihat Fiqhy langsung tertarik dan ingin memulai segera
pendidikannya disana.
Setelah lulus SD Fiqhy melanjutkan pendidikannya ke
Pesantren Al-Kahfi untuk membekali dirinya dengan banyak ilmu agama dan
melanjutkan ke SMAIT Ummul Quro. Dengan basic syar’iyyah yang ia dapat di
pesantren beberapa kali Fiqhy juga diminta menjadi Mutarabbi untuk membimbing
Tarbiyyah adik-adik kelasnya. Ia juga rajin mengikuti organisasi selain OSIS
dan ROHIS diluar sekolah, seperti Forum Silaturahim ROHIS Bogor (FSRB), juga
FORNUSA. Dengan dasar yang ia dapatkan
di sekolah islam sebelumnya ia percaya dapat menjadi dasar yang baik, dan dapat
menjadi seorang muslim yang kaffah.
Saat ini Fiqhy melanjutkan studinya di Universitas
Muhammadiyah Malang, prodi Ilmu Komunikasi. Jika rencananya tercapai maka Fiqhy
akan mengambil konsentrasi Jurnalistik di UMM. Kiprahnya di Sekolah menengah
sebelumnya akan selalu Ia pelihara. Fiqhy saat ini mengikuti beberapa wajihah
baik inta maupun ekstra kampus. Ia bergabung di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim
Indonesia atau yang populer didengar KAMMI komisariat UMM Raya, Jama’ah AR
Fachruddin, dan AL-FARUQ FISIP UMM. Selain itu ia juga bergabung dalam FORKOM
Malang, dan Masuk kedalam kepengurusan Jurnalis Fotografi Club/ JUFOC UMM.
Hidup berjauhan dari orangtua dan keluarga sudah sering ia
lakukan. “Aku sangat senang bisa bertemu orang baru, karena bisa belajar dari
pengalaman setiap orang yang berbeda-beda” ujarnya. Fiqhy banyak mengalami
perubahan dalam dirinya, ini diakuinya sendiri. “Aku merasa buku banyak
berpengaruh kedalam kepribadian seseorang” ketika ditanya aktivitas favoritnya
tersebut. Membaca buku dapat dilakukannya setiap hari, dengan buku favoritnya
dapat dibacanya berulang-kali. Selain membaca buku, hobinya yang sedikit mirip
adalah menulis.
“dengan
membaca kamu akan mengenal Dunia, dengan menulis kamu akan dikenal oleh Dunia”
adalah kalimat favoritnya.
Karena menyenangi keramaian Fiqhy juga gemar mendengarkan musik,
dimanapun itu. Fiqhy adalah seseorang yang sangat talkaktive, hal ini tergambar
jelas di setiap orang berkarakteristik Sanguinis Popular. “iya, aku sanguinis
ummi itu melankolis.. kalo abi koleris, kadang-kadang suka kurang nyambung gitu
kalo sama ummi, hehe...” ungkapnya. Hobi yang sedang ia dalami adalah
fotografi, kelak ia bermimpi menjadi pewarta foto. Sadar dengan mimpinya yang
tidak mudah itu Fiqhy mulai memetakan angan-angannya itu. Bahkan peta tersebut
ia tempelkan di dinding kosnya.

Komentar
Posting Komentar